Napi Residivis Selundupkan Ribuan Butir Pil Koplo dan Handphone

Napi Residivis Selundupkan Ribuan Butir Pil Koplo dan Handphone
Tersangka M Sholikudin saat dihadapkan petugas Lapas Tuban.

PortalTuban/ Tuban - Ribuan butir pil koplo dan sebuah handphone di selundupkan masuk ke dalam Lapas kelas IIB Kabupaten Tuban, Jawa Timur. Pelaku melempar barang terlarang itu dari luar lapas, lalu diambil seorang narapidana. Beruntung aksi pelaku yang terekam kamera CCTV berhasil di gagalkan petugas jaga. Satu tersangka dan barang bukti ribuan pil koplo itu telah di amankan petugas.

Upaya penyelundupan barang terlarang ke dalam Lapas kelas IIB Tuban yang terjadi kamis dini hari itu, terekam kamera CCTV. Sebuah bungkusan paket dilempar orang tak dikenal dari luar area lapas, dan jatuh tepat di pinggir lapangan olah raga di dalam area Lapas.

Beruntung keberadaan benda asing ini, di ketahui petugas jaga. Petugas kemudian memeriksanya, lalu meninggalkan bungkusan tetap tergeletak seperti sedia kala.

Namun, untuk mengungkap pelaku atau pemilik barang itu, petugas mengawasinya melalui kamera CCTV di pos penjagaan.

Selang beberapa menit, seorang narapidana berinisial SI yang bertugas mengurus dapur, mengambil barang tersebut. Petugas kemudian menangkap SI beserta barang bukti, setelah dibuka bungkusan berisi 1.028 butir pil koplo jenis doble – L dan sebuah handphone.

Kejadian itu akhirnya di laporkan oleh pihak Lapas Tuban, kepada Satreskoba Polres Tuban. Setelah diamankan dan di interogasi petugas  Reskoba, SI mengaku bahwa barang itu merupakan pesanan M. Sholikudin, warga Desa Pucangan, Kecamatan Palang, Tuban, karena Dholikudin-lah yang menyuruh SI untuk mengambil barang terlarang itu.

Petugas pun akhirnya mengamankan M. Sholikudin, yang merupakan seorang residivis sabu-sabu dan juga pernah menyelundupkan pil koplo ke dalam Lapas, yang saat itu dilakukan oleh istrinya. Namun ternyata Sholikudin tak pernah kapok dan kembali mengulangi perbuatanya untuk yang kedua kalinya.

“petugas kami telah berhasil menggagalkan peredaran barang terlang masuk ke dalam lapas melalui pelemparan dari luar lapas, pelakunya ternyata dulu juga pernah melakukan hal yang sama,” ujar Siswarno, Kalapas Kelas IIB Tuban kepada awak media.

Guna kepentingan penyelidikan,  Sholikudin yang sudah ditetapkan sebagai tersangka dan barang bukti diserahkan ke Satuan Reserse Narkoba Polres Tuban. Pihak Lapas berkomitmen akan memfasilitasi Polisi dalam upaya pengungkapan kasus tersebut.

“telah dilakukan penggagalan penyelundupan obat daftar g, pada saat kita lakukan interogasi di dalam lapas, ternyata pelakunya adalah residivis,” kata AKP Daky Dzul Qornain, Kasat Reskoba Polres Tuban.

Sholikudin saat ini sudah ditahan di sel isolasi Lapas Tuban, dan menunggu proses hukum selanjutnya dan terancam hukuman tambahan 15 tahun penjara, atas perbuatan yang dilakukannya itu.